Murexs.com, Lubuklinggau — Upaya pelestarian budaya lokal terus digencarkan melalui Bengkel Sastra
Tutur Pelajar Limatara 2026 yang digelar pada Jumat-Sabtu, 3-4 April 2026,
bertempat di Meeting Room Hotel Amazing Riverside Lubuklinggau, dari pagi hingga
sore hari, oleh Komunitas Wahid 21 Lubuklinggau. Kegiatan ini menjadi wadah
pembinaan bagi generasi muda untuk mengenal, memahami, dan mempraktikkan
sastra tutur sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan
Republik Indonesia, Dana Indonesiana, dan LPDP, sebagai bentuk sinergi dalam
menjaga keberlanjutan warisan budaya tak benda di tengah arus modernisasi.
Sebanyak 40 peserta turut ambil bagian dalam kegiatan ini, terdiri dari 20 siswa
terpilih dan 20 guru pendamping dari berbagai sekolah di wilayah Limatara.

Para peserta sebelumnya telah melalui proses kurasi dari 53 pendaftar yang berasal dari 19 sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat, hingga akhirnya terpilih 20 siswa terbaik untuk mengikuti pembekalan intensif selama dua hari.
Kegiatan yang diketuai oleh Richo Sanjaya ini menghadirkan dua pemateri
berpengalaman, yakni Bunda RD Kedum dan Pak Inung Linggau, yang membawakan
materi secara bertahap mulai dari pengenalan sastra tutur, pendalaman nilai budaya, hingga teknik bertutur yang baik dan komunikatif.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang
meliputi sesi pembukaan, penyampaian materi, diskusi interaktif, hingga praktik
langsung. Peserta juga diberikan tugas untuk melatih kemampuan bertutur yang
kemudian ditampilkan pada hari kedua dan mendapatkan evaluasi langsung dari
pemateri.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman secara
teori, tetapi juga pengalaman praktik yang diharapkan mampu meningkatkan
kepercayaan diri serta kemampuan mereka dalam membawakan sastra tutur di
lingkungan masing-masing.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, 20 peserta terpilih akan melanjutkan pke
Liga Sastra Tutur Pelajar Limatara yang akan diselenggarakan pada bulan berikutnya.
Ajang ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus panggung bagi para peserta untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka secara lebih kompetitif dan inspiratif.
Ditulis oleh : Tampubolon Suvardi
