
Empat Lawang, Murexs.com — Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Empat Lawang kini menuai tanda tanya besar. Hingga pasca libur sekolah, masyarakat masih mempertanyakan kejelasan kelanjutan program tersebut. Apakah MBG masih akan dibagikan kepada siswa, atau justru berhenti tanpa kejelasan sehingga terkesan hanya membuang-buang anggaran negara.
Sejumlah orang tua siswa dan masyarakat mengaku kebingungan karena tidak adanya informasi resmi terkait kelanjutan penyaluran MBG. Padahal, program ini sebelumnya digadang-gadang sebagai salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan gizi dan kesehatan peserta didik, Senin (29/12/2025).
“Setelah libur sekolah, kami tidak tahu apakah MBG masih ada atau tidak. Tidak ada pemberitahuan, tidak ada kejelasan. Kalau memang dilanjutkan, kapan? Kalau dihentikan, alasannya apa?” ujar salah seorang warga Empat Lawang dengan nada kecewa.
Awak media mencoba mengonfirmasi persoalan ini kepada Koordinator Wilayah MBG di Kabupaten Empat Lawang Erando Meisen. Namun, alih-alih mendapatkan penjelasan komprehensif, jawaban yang diberikan justru dinilai mengambang dan tidak menjawab substansi persoalan.
“Untuk sistemnya bisa ditanya langsung saja ke Deputi Sistem Tata Kelola,” jawab Koordinator Wilayah MBG singkat, tanpa memberikan kepastian apakah program MBG di Empat Lawang masih berjalan atau tidak.
Jawaban tersebut dinilai semakin memperkuat kesan lemahnya koordinasi dan minimnya transparansi dalam pelaksanaan program MBG di daerah. Publik pun mempertanyakan, bagaimana mungkin sebuah program berskala nasional dengan anggaran besar tidak memiliki kejelasan teknis di tingkat kabupaten.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa MBG di Empat Lawang hanya menjadi program seremonial tanpa pengawasan yang jelas. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin program yang seharusnya menyentuh langsung kebutuhan masyarakat justru berujung pada pemborosan anggaran.
Masyarakat Empat Lawang kini menunggu sikap tegas dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pengelola program MBG, untuk memberikan penjelasan resmi dan terbuka. Kejelasan sangat dibutuhkan agar program MBG tidak sekadar menjadi jargon, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya para pelajar. (Nanda)






