Murexs.com. Sumsel – Respon cepat penanggulangam Kebakaran Lahan dan Hutan (Karhutla), ditunjukkan Tim Operasi Aman Nusa II Polda Sumsel. Giat Operasi dikenal dengan sandi X-Fire, berhasil padamkan api terbakarnya 80 Hektar lahan Gabut berlokasi di dusun 3 Desa Teluk Limau, Kecamatan Gelumbang wilayah hukum Polda Sumsel, Kemarin (16/9/2026).
Kabidhumas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengungkapkan, dalam rangka penanggulangan Karhutla. Khususnya, yang terjadi di lahan 80 Hektar Desa Teluk Limau Gelumbang Muara Enim.
Selama kurun waktu 6 sampai 16 September 2026, Tim Operasi Aman Nusa II Penanggukangan Karhutla tahun 2026 berhasil menuntaskan padamkan api. Dalam pelaksanaanya, diterjunkan sebanyak 218 personel dengan cara terpadu. baik dimulai dari pemetaan titik api, pemadaman, pembasahan, pendinginan hingga pematau lewat udara melalu drone dan kamera termal.
“Bahkan, guna memastikan tuntasnya operasi, juga dilakukan pengecekan ulang melalui turun kelokasi titip api, yang kemungkinan berpotensi melaya juga dilakukan Tim,” ungkap Kombes Pol Nandang.
Lebih rinci, ditambahkan Kombes Pol Nandang mengenai penangulangan Karhutla diteluk Limau. Dimulai tahap awal, tim Scanning dan Drone memetakan areal sekitar 80 hektare dan menemukan 175 titik api. Hasil pemetaan tersebut menjadi dasar pembagian sektor dan penentuan prioritas pemadaman oleh Satgas Tindak.
“Penanganan di lapangan juga menggunakan Formula X-Fire Slog Polri pada sejumlah titik api dan bara, khususnya di lahan gambut. Penyiraman dilakukan hingga ke lapisan gambut untuk menekan potensi api kembali muncul dari bawah permukaan,” bebernya.
Selain itu, ditambahkan Kombes Pol Nandang bahwa dukungan operasional diperkuat dengan pemasangan perangkat pemancar sinyal di sekitar lokasi.
“Perangkat tersebut menjaga komunikasi antara personel lapangan dan posko, termasuk mendukung sistem komando, pengendalian, serta pelaporan selama operasi.
Pemadaman berlangsung secara bertahap. Hingga 10 September, areal yang berhasil ditangani tercatat sekitar 65 hektare. Angka itu meningkat menjadi 71,1 hektare pada 11 September, sebelum target pemadaman 80 hektare tercapai pada 12 September,” ulasnya.
Masih kata Kombes Pol Nandang. jika personel kemudian melanjutkan penyisiran, pemadaman lanjutan, serta pemantauan menggunakan drone dan kamera termal.
“Hasil pemantauan pada 14 September menunjukkan tidak ditemukan lagi titik api. Tim kembali melakukan pengecekan untuk memastikan areal yang telah ditangani benar-benar aman sebelum personel dan perlengkapan ditarik ke satuan,” kata dia menambahkan.
Bahkan, dilihat berdasarkan hasil akhir operasi, penanganan meluas sekitar 10 hektare ke arah utara dan 5 hektare ke arah barat dari sasaran awal, termasuk bagian yang mengarah ke kawasan hutan lindung.
“Pencapaian tersebut merupakan hasil kerja terpadu personel di lapangan dengan dukungan teknologi pemantauan serta metode pemadaman yang disesuaikan dengan karakteristik lahan gambut. <span;>Penanganan tidak berhenti ketika api di permukaan sudah padam. Personel terus melakukan penyisiran dan pengecekan menggunakan drone serta kamera termal,” tandasnya.
Berakhirnya Operasi X-Fire di Teluk Limau menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Polda Sumsel dalam penanggulangan Karhutla. “Yakni, dengan target pemadaman yang berhasil dilampaui dan tidak ditemukannya kembali titik api pada tahap akhir pemantauan, personel menyelesaikan penugasan dan kembali ke satuan dengan seluruh inventaris dalam keadaan lengkap,” ujarnya. (**)
