
Oleh: Tampu Bolon Suvardi
Lokus: Kabupaten Musi Rawas Utara
Gerak Berdaya; Menumbuhkan Minat Baca.
Setelah diamanahkan menjadi Relawan Literasi Masyarakat (Relima) oleh Perpustakaan Nasional RI. Luaran dari tahapan seleksi yang amat panjang, saya sangat bersyukur akhirnya saya yang terpilih dengan amanah yang berat ini , panggilan hati yang menghujani kepala saya berikhtiar keras agar gerak yang berdaya ini menggerakan literasi di seluruh penjuru desa di Kabupaten Musi Rawas Utara khususnya desa-desa yang memiliki perpustakaan mendapatkan bantuan bahan bacaan bermutu, pocadi, maupun TPBIS memanfaatkan bantuan dari Perustakaan Nasional dengan tepat guna dan tepat sasaran.
Kehadiran saya sebagai RELIMA tentunya sebagai Fasilitator mengerakkan pengelola perpustakaan agar geliat minat baca anak-anak PAUD, TK, SD, SMP, SMA, Dewasa hingga Lansia mengunjungi perpustakaan tidak hanya berhenti sebatas mengisi jadwal daftar hadir, literasi minat baca tidak berhenti di titik rutinitas semata tetapi literasi minat baca harus terus tumbuh daya gunanya dalam segala aspek kehidupan masyarakat desa dekat kabupaten maupun desa yang jauh aksesnya ke kabupaten literasi minat baca haruslah hasilnya pada aspek pendidikan; sastra, kesehatan; panduan obat-obatan, perekonomian; kerajinan lokalitas masyarakat setempat artinya dengan mengunjungi perpustakaan luaran dari ilmunya bisa membuat geliat ekonomi masyarakat terus bergerak.
Upaya menumbuhkan minat baca di Musi Rawas Utara kabupaten 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) adalah gerak yang sungguh tidak mudah memacu lokomotif pikiran di tengah kemirisan terhadap asupan minat baca yang rendah, minimnya giat lierasi adalah sedikit upaya saya sebagai Relima hadir tidak serata-merta menjadi penerang di kala matahari pulang ke peraduan tetapi perlahan purnama itu sedikit demi sedikit menjadi penerang di antara rerimbun dedaunan hutan belantara akibat dari pelan-pelan minat baca itu tumbuh menerangi sedikit celah-celah kehampaan di tengah kegersangan.
Bergandeng Tangan: Terwujudnya Literasi Inklusif
Gerak sebagai Relima lokus Kabupaten Musi Rawas Utara dari Perpustakaan Nasional RI. Saya di amanahkan melaksanakan agenda Advokasi dengan pemangku kepentingan, kegiatan literasi di Perputakaan Desa, TBM, dan Komunitas serta Mengiventarisasi 49 perpustakaan desa, TBM, dan Komunitas yang mendapat bantuan Bahan Bacaan Bermutu, Pojok Baca Digital, dan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi (TPBIS). Luaran dari bantuan tersebut berdasarkan kunjungan saya di desa Muara Kuis di ceritakan oleh Nenek Atikoh bahwa beliau setelah membaca buku resep keripik singkong beliau membuat ramuan singkong ke bentuk lain namanya kerupuk Oyek bahan baku singkong dengan ramuan menu yang ia buat dari tepung terigu, ajinomoto/masako, bawang putih, garam, dan wadah untuk merabusnya tutup toples, juga panci kukus. Cerita lain oleh Adis seorang anak perempuan Suku Anak Dalam (SAD) desa Sungai Jernih desa transmigran, ia menceritakkan kepada saya bahwa kehadiran perpustakaan desa dan buku-buku Bahan Bacaan Bermutu; buku dongeng dan cerita rakyat sangat membuat ia bersemangat membaca cerita-cerita dari buku tersebut dan menceritakan kembali di depan kelasnya kelas IV SD kala pelajaran Bahasa Indonesia. Dengan suasana beragam tantangan yang tidak mudah untuk membuat literasi minat baca terus bergerak bergendang tangan dengan pemangku kepentingan dari Kabupaten hingga Desa membuat gerak saya sebagai Relima merasa walaupun belum paripurna gerak literasi inklusi itu tetapi kegiatan literasi yang terus bergerak membuat literasi inklusi itu pelan-pelan akan terwujud.
Buku; Kesadaran Tumbuh Keterikatan Utuh
Buku memiliki peran fundamental bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara, manfaatnya jauh melampaui rutinitas penghibur atau informasi semata ia menjadi;
a) Menenun Sorban Pengetahuan.
Di desa-desa yang saya kunjungi mengalami keterbatasan internet membuat akses informasi
menjadi sedikit terlambat, tetapi buku bagi desa-desa yang akses internetnya terbatas buku menjadi acuan utama untuk diterapkankan dalam giat kehidupan seperti buku-buku pertanian seperti cara menanam kopi unggul, dan jagung serta tanaman lainnya.
b) Mengeksplorasi Imajinasi Melahirkan Kreativitas.
Buku-buku bahan bacaan bermutu dari perpustakaan nasional menjadi stimulus bagi anak-anak setiap senin dan rabu atau sekolah siang Madrasah menjadwalkan kunjungan ke Perpustakaan Desa, TBM, dan Komunitas tentunya saya sebagai RELIMA mengisi kegiatan dan pastinya melatih anak-anak dalam tiap kunjungan dengan mendongeng, baca puisi, membaca cerita rakyat bersama anak-anak dan luaran dari giat-giat literasi itu anak-anak berlatih sendiri menulis cerita rakyat desanya masing-masing.
c) Tumbuhnya Keterikatan.
Selain kegiatan literasi saya juga mengisi kegiatan menulis di bagi pengelola perpustakaan desa, tbm, komunitas, sekolah, kampus, dinas perpustakaan dan masyarakat umum desa dekat kota juga desa-desa terpencil membuat diskusi saling tukar pendapat itu menjadikan jahitan silaturahmi makin rapi lipatannya, makin hidup huruf vokalnya, makin kuat saling mendoakan agar gerak-gerak literasi terus mengalir ke muara yang tiada habisnya.
Komitmen dan Harapan Memperkuat Literasi Inklusif Buku adalah nafas bagi masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara dalam segala aspek kehidupan membentuk cita-cita melahirkan masa depan gemilang. Gerak kecil Relima menjadi sumbu antusiasme di tengah masyarakat bahwa literasi menyentuh kesadaran, memudahkan tiap-tiap proses kehidupan.
Terima Kasih Perpustakaan Nasional RI telah memilih saya menggerakkan nafas mulia ini. Semoga Relima terus bertambah di tiap-tiap kabupaten di seluruh Indonesia sehingga gerak literasi makin menggeliat makin masif di seluruh penjuru negeri.

(Kegiatan Literasi Membaca Nyaring di Perpustakaan Desa Bingin Rupit dan Pepustakaan Desa Noman Baru) (ARTIKEL)






