Murexs.com, Lubuklinggau, Sumatra Selatan — Sastra lokal kini menemukan ruang baru untuk didengar. Melalui kegiatan Diseminasi dan Peluncuran Sastra Suara di Medium Spotify, Komunitas Sastra Visual Cinemapartner memperkenalkan hasil proyek transformasi sastra lokal ke dalam format audio digital.
Kegiatan yang berlangsung pada 29 Agustus 2026 di Meeting Room Islamic Life School Insan Mulia, Lubuklinggau, ini merupakan puncak dari proses panjang yang melibatkan riset sastra lokal, penulisan dan adaptasi cerita, perekaman, hingga mixing audio.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Bahasa Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, setelah sebelumnya diawali laporan panitia. Peserta kemudian menyaksikan highlights perjalanan proyek Sastra Suara.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah drama satu babak “Keran Dapo”, adaptasi atas karya Karang Dapo karya Septi Wahyuni. Pertunjukan oleh Teater Benny Institute ini memperlihatkan bagaimana karya sastra dapat terus menemukan bentuk baru melalui berbagai medium.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan paparan tentang literasi dan sastra lisan di Sumatera Selatan oleh Desi Ari Pressanti bersama Frenky Daromes Ardesya.
Sementara itu, sesi Bincang Sastra Suara yang dipandu Yoan dan Eric, menghadirkan Dede Yonas Saputra dari Cinemapartner, Yuniarti, S.Pd. dari SLB Lubuklinggau, serta budayawan RD Kedum.
Diskusi berlangsung cair dan interaktif. Peserta dari kalangan sekolah, kampus, pegiat budaya, aktivis sosial, hingga penyandang disabilitas aktif terlibat dalam sesi tanya jawab.
Melalui Sastra Suara, Cinemapartner berharap cerita-cerita lokal tidak hanya diwariskan, tetapi juga terus menemukan pendengar baru di era digital.
Ditulis oleh : Tampu Bolon Suvardi
