12/08/2026
20260811_121017

MUREXS.COM, MUSI RAWAS – Realisasi kegiatan bantuan bibit hewan ternak oleh Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Dan Peternakan (DTPHNAK), di berbagai daerah umumnya disalurkan secara bertahap kepada Kelompok Tani atau Kelompok Ternak yang terdaftar guna meningkatkan populasi ternak, penguatan dalam sektor peternakan serta menunjang kesejahteraan ekonomi petani.

Pengadaan bantuan ternak Kambing tahun 2025 melalui kegiatan Pokok Pikiran (POKIR) anggota Dewan, di Kabupaten Musi Rawas telah direalisasikan dan diberikan langsung kepada masyarakat penerimaan manfaat (Kelompok Tani / Ternak) yang tersebar di beberapa wilayah kabupaten musi rawas yakni di Lima Kecamatan. Ungkap Kepala DTPHNAK Kabupaten Musi Rawas H. Hayatun Nofrida melalui Sujaidi Kepala Bidang (Kabid) DTPHNAK dalam keterangannya kepada media ini, Rabu (05/08/2026).

Tahun anggaran 2025 Pemerintah Daerah (Pemda) Musi Rawas (Mura) menggelontorkan anggaran mencapai sekitar : Rp.723 500.000,-
bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan APBD-P, sebagai pelaksana Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan guna menunjang bantuan pengadaan bibit ternak di wilayah Kabupaten Musi Rawas.

“Pengadaan bantuan hewan ternak tahun anggaran 2025 ini, terdiri dari pengadaan bibit kambing dengan anggaran mencapai sekitar Rp Rp.723.500.000,-, dimana dalam tahun ini pengadaannya melalui sistem Hibah langsung ke Kelompok Tani,” jelasnya.

Program bantuan ternak kambing dari pemerintah melalui kegiatan POKIR aspirasi sejumlah anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas ini hanya bisa direalisasikan jika mengajukan proposal atas nama Kelompok Tani (POKTAN) atau Kelompok Ternak, bukan perorangan. POKIR dewan merupakan aspirasi masyarakat yang dititipkan melalui anggota DPRD saat masa reses, lalu direalisasikan oleh Dinas DTPHNAK setempat menggunakan dana APBD-P.

“Dinas hanya sebagai pelaksana dari program POKIR Anggota Dewan, yakni dari Fraksi Golkar, untuk wilayah yang sudah dapat bantuan ada di Kecamatan Muara Lakitan, tepatnya di Desa Sungai Pinang, Kecamatan Jayaloka, Desa Bangun Rejo, Kecamatan Tugumulyo, D Desa Mataram dan Desa Dwijaya, Kecamatan Purwodadi, Desa Sadar Karya, terakhir Kecamatan Jaya loka, Desa Bangun Rejo,”ujarnya.

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan untuk prosedur penerimaan bantuan bibit kambing ini melibatkan Penyuluh Pertanian.

“Untuk Kelompok tani yang mendapatkan bantuan bibit kambing sebelumnya telah mengajukan proposal terlebih dahulu, yang di ketahui oleh penyuluh ditingkat desa dan Badan Penyuluh Pertanian (BPP) di tingkat kecamatan serta Kepala Desa setempat,”ungakapnya.

Jumlah bantuan kambing jantan dan betina 288 ekor jenis lokal dengan sesuai standar harga pasaran.

“Bantuan kambing total keseluruhannya mencapai 288 ekor di bagi menjadi dua yakni kambing jantan 20 ekor dan betina 268 ekor,  Jenisnya Kambing Lokal kenapa dipilih kambing lokal karna lebih bisa beradaptasi dengan cuaca dan kondisi di daerah musi rawas khususnya, untuk pembelian kambing nya dari daerah Lampung dan daerah lokal Musi Rawas sendiri tujuan nya untuk menambah populasi,”jelasnya.

Ditahun 2026 ini belum tahu apakah masih ada program bantuan ini atau tidak.

“harapan kami untuk masyarakat yakni petani ternak yang mendapatkan bantuan bibit ternak dari anggaran APBDP POKIR DPRD Musi Rawas tahun 2025 ini bisa mengembangkannya dengan baik,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Desa Dwijaya, Hadi Suwito saat dimintai keterangan di rumah pribadinya perihal Bantuan Kambing pada Minggu (09/08/2026), membenarkan adanya kegiatan tersebut kemudian dirinya mengakui jika kegiatan tersebut melalui POKIR anggota dewan, namun hanya sebatas mengetahui surat rekomendasi yang di ajukan oleh Kelompok Tani, mengenai siapa saja yang menerima dan berapa jumlah bantuan kambing yang di terima dirinya mengaku lupa dan tidak mengetahui karena tidak ada undangan saat pembagian bantuan kambing tersebut sehingga kades tidak terlalu paham.

“Desa hanya sebatas mengetahui tidak tahu rialnya seperti apa pembagiannya siapa saja yang dapat bantuan, jumlah bantuan dan kelompok taninya sudah lupa tidak terlalu paham,”ungkap kades. (Tim)