Dedi : Sudah Seminggu Surat Dilayangkan, Belum Ada Balasan
Murexs.com, Muratara — Masyarakat menyampaikan keluhan terkait pelayanan PT PLN (Persero) terutama di Kecamatan Rawas Ulu, surat keluhan dilayangkan langsung ke Komisi III DPRD Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA). Karena diduga listrik sering sekali mengalami overload atau (beban berlebih) sehingga listrik byer pet dan drop tegangan. Kondisi tersebut dianggap sangat merugikan masyarakat karena selain mengganggu aktivitas sehari-hari, juga berdampak pada kerusakan peralatan elektronik.
Untuk itulah pada Kamis ,(01/10/2026), perwakilan salah satu tokoh pemuda Dedi (37), dari Kecamatan Rawas Ulu bersama beberapa warga telah menyurati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muratara komisi III perihal kondisi pelayanan PLN yang tak kunjung usai dalam memberikan pelayanan terbaik.
Adapun tujuan menyurati keluhan terhadap pelayanan PLN tersebut untuk mendapatkan penjelasan penyebab seringnya terjadi gangguan listrik di Kabupaten Musi Rawas Utara terutama untuk wilyah Kecamatan Rawas Ulu.
“Sering terjadi overload. Kami merasa tercekik dengan kondisi ini. Selain harus terus membeli token listrik, barang-barang elektronik di rumah juga sering mengalami kerusakan akibat listrik yang tidak stabil dan sering mati,” ujar Dedi.
Lanjutnya, ” Namun sayangnya sampai hari ini setelah surat keluhan dilayangkan ke DPR melalui komisi III belum juga ada tanggapan dan tindakan ataupun solusi dari keluhan masyarakat terhadap pelayanan PLN tersebut,”ungkap Dedi kepada wartawan. Sabtu (10/10/202).
Sementara itu orang nomor satu di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Bupati H. Devi Suhartoni selalu aktif di laman Facebook pribadinya menanggapi permasalahan tegangan PLN yang terjadi beberapa bulan terakhir, hal tersebut dijelaskan Bupati jika Permasalahan Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang banyak dipertanyakan masyarakat yakni penurunan tegangan listrik di sebagian wilayah disebabkan oleh adanya pemeliharaan besar (overhaul) pada PLTGU Samaran–Sarolangun.
Baca juga link : https://murexs.com/pln-ulp-muratara-ungkap-penyebab-listrik-drop-di-sebagaian-wilayah-pelanggan-dihimbau-batasi-pengggunaan-barang-elektronik/

“PLN masih macet karena lah dikato fb awak kemarin, ado perbaikan di penyulingan jambi jadi jalur kito terganggu arus lemah dan biar pret, sekrang PLN mau pasang tiang digardu induk kito masalah karena yang punyo tanah dak boleh pasang tiang kalau tidak mahal….smoga tuhan mempermudah semua urusan PLN (Bahasa Daerah, Red),” ungkap Bupati di laman Facebook pribadinya.
Untuk diketahui pembangunan Gardu Induk ULP PLN Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) sempat tertunda sejak 2019 namun kembali dikoordinasikan oleh Pemkab Muratara bersama ULP PLN Muratara dengan target penyelesaian dan pengoperasian pada akhir 2026 setelah persoalan lahan dan pemasangan tiang jaringan tuntas.
Manajer PLN UP3 Lubuk Linggau Juniawa Laoli melalui Asisten Manajer Jaringan dan Konstruksi Distribusi PLN UP3 Lubuklinggau, Tedi Triadi mengatakan pihaknya terus mengejar pembangunan infrastruktur kelistrikan demi mendukung ketersediaan listrik yang handal, termasuk melalui pengoperasian Gardu Induk dan pemasangan tiang jaringa di Kabupaten Muratara yang menghubungkan antara Musi Rawas Utara, Musi Rawas Dan Lubuk Linggau, (MLM).
“PLN UP3 Lubuk Linggau akan terus menggencarkan pembangunan infrastruktur kelistrikan untuk menghadirkan energi listrik yang berkualitas, handal dan memberikan pelayanan terbaik sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat khsusunya di Kabupaten Muratara, kami yakin listrik juga turut andil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di masyarakat,” ungkap Tedi Triadi.
Tak lupa dirinya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu dari awal pembangunan Gardu induk dan jaringan di Muratara hingga saat ini.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu proses pembangunan Gardu Induk dan pemasangan tiang jaringan listrik di Kabupaten Muratara ,semoga di akhir tahun 2026 ini dapat selesai dengan baik. Ini menjadi bukti komitmen Pemerintah bersama PLN dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang sangat ditunggu oleh masyarakat,” ujar Tedi Triadi.

Senada dengan hal tersebut, Manajer ULP PLN Muratara Bani Novrico, menjelaskan bahwa sebelumnya, pembangunan Gardu Induk yang berlokasi di Kecamatan Rupit yakni di simpang kabu ini memang sempat mengalami serangkaian hambatan sosial dan pembebasan lahan.
Beberapa kendala yang sempat memperlambat progres di antaranya adalah klaim ganti rugi dari masyarakat, Meski menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembangunannya, ULP PLN Muratara berhasil merampungkan infrastruktur ketenagalistrikan tersebut hal tersebut tentunya tak lepas dari dukungan stakeholder dan seluruh elemen masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, pemangku kepentingan, dinas terkait , mitra PLN dan masyarakat yang telah mendukung pembangunan ini hingga selesai dan semoga segera dapat beroperasi dalam melayani kebutuhan listrik khususnya di Kabupaten Muratara,” jelas Bani Novrico.
Pemerintah Kabupaten Muratara dan pihak PLN akan terus melakukan pendataan ulang serta percepatan penyelesaian kendala di lapangan agar infrastruktur kelistrikan ini dapat segera beroperasi.
Bani Novrico juga meminta doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Kabupaten Muratara Khususnya masyarakat di Kecamatan Rawas Ulu agar Gardu Induk di Muratara bisa segera beroperasi karna saat ini memang masih ada satu persoalan pada lahan tanam tumbuh warga yang belum memberikan izin untuk di pasang jalur tiang jaringan listrik.
“Memang masih satu kendala ada masyarakat yang belum memberikan izin untuk di bangun tiang jaringan listrik, namun Insya Allah, mohon doa serta dukungan masyarakat. Saya bersama Tim ULP PLN Muratara dan UP3 lubuklinggau serta di dukung oleh pemerintah setempat selalu berharap serta terus berusaha agar listrik di Kabupaten Muratara bisa normal secepatnya. Baik dari segi tegangan maupun kehandalan listrik, mohon doa dari semuanya,” harap Bani Novrico.
Berikut adalah poin penting mengenai perkembangan Infratruktur jaringan Gardu Induk ULP PLN Muratara:
• Target Beroperasi: Dengan selesainya masalah administrasi lahan ini, PT PLN dan Pemkab Muratara menargetkan Gardu Induk Muratara dapat mulai beroperasi secara penuh pada akhir tahun 2026.
• Koordinasi Intensif: Pemerintah daerah bersama jajaran PLN ULP Muratara dan UP3 Lubuk Linggau terus melakukan audiensi dan koordinasi lintas sektoral di lapangan guna memastikan percepatan pengerjaan fisik.
• Manfaat Kelistrikan: Kehadiran gardu induk ini sangat krusial untuk mengatasi masalah penurunan tegangan (listrik drop) serta memberikan kestabilan pasokan listrik yang handal bagi masyarakat di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara
Tim 13.
