Sekayu, Muba – Danau Ulak Lia yang terletak di wilayah Sekayu menjadi salah satu destinasi alam yang tidak hanya menawarkan keindahan, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang hidup di tengah masyarakat.
Menurut cerita turun-temurun warga setempat, Danau Ulak Lia terbentuk secara alami dari aliran Sungai Musi yang mengalami perubahan arus pada masa lampau.
Kata “Ulak” sendiri dalam bahasa daerah berarti pusaran air, sementara “Lia” diyakini merupakan nama yang berkaitan dengan legenda atau sebutan lokal yang berkembang di masyarakat.
Konon, pada zaman dahulu kawasan ini merupakan bagian dari aliran sungai yang aktif.
Namun, akibat perubahan alam seperti sedimentasi dan pergeseran arus, terbentuklah cekungan yang kemudian menjadi danau. Seiring waktu, Danau Ulak Lia menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar, baik sebagai tempat mencari ikan maupun sebagai sumber air.
Tidak hanya itu, sejumlah tokoh masyarakat juga meyakini bahwa Danau Ulak Lia memiliki nilai historis dan kultural. Dahulu, kawasan ini sering dijadikan tempat berkumpul, bahkan disebut-sebut memiliki kaitan dengan jalur transportasi air di masa kerajaan-kerajaan yang pernah berjaya di wilayah Sumatera Selatan.
Seiring perkembangan zaman, Danau Ulak Lia kini mulai dikenal sebagai objek wisata lokal di Kabupaten Musi Banyuasin.
Pemerintah daerah bersama masyarakat terus berupaya menjaga kelestarian danau ini, baik dari sisi lingkungan maupun nilai sejarahnya.
Selain panorama yang indah, danau ini juga menjadi tempat favorit untuk rekreasi keluarga, memancing, hingga kegiatan budaya masyarakat setempat.
Potensi wisata yang dimiliki Danau Ulak Lia diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga sekitar tanpa menghilangkan nilai-nilai historis yang telah diwariskan.
Dengan segala cerita dan keindahannya, Danau Ulak Lia bukan sekadar danau biasa, melainkan saksi bisu perjalanan alam dan kehidupan masyarakat Sekayu dari masa ke masa.
(AndiMurexs)
