IMG-20260928-WA0011

MUREXS.COM, MURATARA — Gelora seni dan sastra tradisional di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, kian membara. Hal ini tercermin dari suksesnya penyelenggaraan acara diseminasi dan peluncuran karya film visual yang dihelat pada hari ini, Minggu (27/9/2026).

Di tengah gempuran era digital, ratusan pelajar dan kalangan sastrawan daerah tampak antusias memadati lokasi acara untuk menyimak pemutaran film sekaligus diskusi mendalam mengenai warisan budaya lokal.

Kegiatan yang berjalan dengan tertib, lancar, dan sukses ini menjadi momentum penting bagi kebangkitan kebudayaan daerah, disimak dengan khidmat oleh para pelajar dan sastrawan setempat.

Dalam sambutannya, Ketua Komunitas Sastra Clasiclimpo Art Productions, Rido Amilin HE, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas perhatian dan dukungan nyata yang diberikan kepada komunitas-komunitas seni di Indonesia, khususnya di Kabupaten Musi Rawas Utara.

Rido Amilin HE juga menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh tim dan segenap elemen yang telah bergotong royong membantu menyukseskan produksi hingga peluncuran film ini.

Ia menegaskan bahwa perhelatan tersebut memiliki makna kultural yang sangat mendalam. “Tentunya dalam kegiatan itu pula mengembalikan kita kembali tentang legenda dan siapa kita, tentang ciri dan identitas kita, tentang kita dan darah kemelayuan kita,” ujarnya.

Ia berkomitmen bahwa gerakan kebudayaan ini akan terus bertumbuh, berlanjut ke depannya, serta tampil lebih intens dalam menyemarakkan dunia sastra melalui medium film.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Musi Rawas Utara, M. Andrian Fathursyah, S.P., M.M., yang berhalangan hadir turut menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat membersamai langsung. Meski demikian, melalui sambungan telepon, ia menegaskan dukungannya yang penuh terhadap kemajuan seni dan budaya daerah.

Kadisdik Muratara menyatakan bahwa pihaknya akan terus men-support apapun kegiatan positif demi tumbuh kembang serta menumbuhkan naluri-naluri sastrawan di kalangan insan didik, khususnya di Bumi Beselang Serundingan. Ia juga menegaskan bahwa Dinas Pendidikan siap menjadi jembatan utama dalam memberikan dukungan bagi keberlanjutan kegiatan ini.

Tidak lupa, ia turut menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 12 tahun berkarya dalam bersastra, berkesenian, dan berproses kreatif bagi Komunitas Sastra Clasiclimpo Art.
Dukungan serupa juga disuarakan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, S.S., M.Hum., yang secara konsisten mendukung pertumbuhan seniman dan sastra di Sumatera Selatan.

Dalam arahannya, beliau mengapresiasi perjuangan para budayawan di Muratara dan menegaskan bahwa wilayah ini bukanlah daerah pinggiran sastra, melainkan episentrum lahirnya karya-karya yang beradab dari aliran Sungai Rawas.

Kepala Balai Bahasa turut merumuskan tiga poin penting pengembangan sastra:
Menulis realitas di sekitar kita secara jujur, mulai dari petani karet hingga legenda lokal.
Berani tampil ke panggung dan menyuarakannya, termasuk melalui podcast sastra berbahasa Melayu dialek Rawas agar karya tidak mati perlahan.

Melakukan regenerasi anak muda, karena bimbingan langsung kepada generasi muda jauh lebih berharga dari sekadar piala agar mereka bangga berbahasa Indonesia sekaligus fasih berakar pada bahasa ibu.
Dengan suksesnya peluncuran film dan sinergi lintas pihak ini, diharapkan estafet regenerasi sastra dan budaya di Muratara dapat terus berlanjut, mencetak generasi muda yang bangga berakar pada identitas dan darah kemelayuannya.

Pers Rupit Murexs 29