Yogyakarta — Di tengah suasana penuh berkah bulan suci Ramadhan, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa (IKPM) Sumatera Selatan–Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar kegiatan Safari Ramadhan yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Perempuan. Mengusung tema “Merayakan Semangat Hari Perempuan di Bulan Ramadhan dengan Kepedulian”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekitar, sekaligus menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan tidak boleh berhenti pada wacana semata.
Melalui program Pemberdayaan Perempuan IKPM Sumatera Selatan–DIY, Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan–DIY, Thomas Antoni, bersama jajaran pengurus dan anggota organisasi menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat di Yogyakarta. Bantuan tersebut diberikan kepada para lansia, janda dhuafa, serta masyarakat yang benar-benar membutuhkan uluran tangan.
Koordinator Bidang Pemberdayaan Perempuan IKPM Sumatera Selatan–DIY menjelaskan bahwa kegiatan berbagi ini dipusatkan di Asrama Mahasiswa Sumatera Selatan, yakni Balai Sriwijaya Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, serta menjadi ruang silaturahmi bagi mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat Sumatera Selatan yang berada di perantauan.

Ketua Umum IKPM Sumatera Selatan–DIY, Thomas Antoni, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari semangat kepedulian sosial yang menjadi bagian dari nilai perjuangan mahasiswa. Ia menegaskan bahwa perempuan, khususnya mahasiswi yang tergabung dalam Srikandi IKPM Sumsel–DIY, memiliki peran penting dalam membangun gerakan sosial yang berdampak langsung kepada masyarakat.
“Ramadhan mengajarkan kita tentang empati dan kepedulian. Program ini bukan sekadar berbagi sembako, tetapi juga mengingatkan kita bahwa mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat, membawa manfaat dan harapan,” ujarnya.
Thomas Antoni juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para dermawan yang telah memberikan dukungan terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap gerakan kepedulian seperti ini tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan semata, tetapi dapat berkembang menjadi program berkelanjutan yang lebih luas jangkauannya.

Lebih jauh, ia berharap perhatian dan dukungan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dapat terus hadir bagi mahasiswa perantauan, khususnya dalam mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan yang digerakkan oleh Srikandi IKPM Sumatera Selatan–DIY.
Menurutnya, berbagai kegiatan positif yang membawa nama baik Sumatera Selatan di perantauan patut mendapatkan dukungan bersama. Selain memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, kegiatan tersebut juga memperkuat citra bahwa mahasiswa Sumatera Selatan tidak hanya berjuang menuntut ilmu, tetapi juga hadir sebagai bagian dari solusi sosial.
Safari Ramadhan ini menjadi pengingat bahwa semangat perempuan, nilai kepedulian, dan keberkahan Ramadhan dapat berpadu menjadi gerakan yang membawa harapan bagi banyak orang. Di tengah kesederhanaan aksi berbagi, tersimpan pesan yang kuat: bahwa kebaikan sekecil apa pun, ketika dilakukan bersama, mampu menghadirkan makna besar bagi masyarakat. (**)
