07/05/2026
20260506_222606


Muratara, Murexs.com – Korban Kecelakaan maut antara Bus ALS pintu 346 dengan mobil tanki masih di rawat si RSUD Rupit dan Puskesmas.

Ada tiga orang berhasil menyelamatkan diri dari Kecelakaan maut itu. Ketiganya yakni Ngadiono Bin Wage (44) dan Istrinya Jumiatun Binti Surip (34) warga Gabus Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah serta M Tahrul Hubaidi (31) wara Tegal Kabupaten Pati.

Korban yang selamat Ngadiono mengalami luka bakar dibagian muka dan dan tangan. Sementara istrinya dan M Tahun Hubaidi dirawat diruangan ICU (Intensive Care Unit) karena terdapat luka bakar serius dan kritis.

Diceritakan Ngadiono bin wage (44) warga Gabus Kabupaten Pati Provinsi Jawa Tengah bersama dengan istrinya Jumiatun Binti Surip (34).

Dian bersama istrinya sudah memiliki Pirasat yang tidak enak, pasalnya mobil Bus ALS tujuan Medan itu sudah tidak layak pakai.

Namun meski demikian, dirinya bersama dengan istrinya terpaksa berangkat dengan tujuan Medan karena tiket yang dibelinya tidak bisa dibatalkan. Sehingga membuat mereka memaksakan diri untuk berangkat, sebab ingin membeli tiket lagi sudah kehabisan uang.

“Ya dari awal kami sudah memiliki Pirasat yang tidak baik, karena melihat kondisi mobilnya sudah tidak layak jalan. Karena tiket yang dibelih tidak bisa dikembalikan, sehingga saya bersama istri terpaksa melanjutkan perjalanan menuju Kota Medan,”ungkapnya dengan bercucuran air mata yang mengalir di pipinya, saat diwawancarai awak media, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan selama diperjalanan mobil sering mengalami kerusakan dan bahkan sempat kekeringan air radiator serta membuat minyak mobil keluar berceceran.

Kemudian pada saat kejadian dirinya mendengar bunyi benturan keras dan melihat api sudah membesar membakar Bus yang ditumpanginya.

“Saya mendengar bunyi benturan keras dan setelah itu melihat api sudah membesar membakar Bus yang ditumpanginya. Saya bersama istri berusaha keluar dari jendela mobil untuk menyelamatkan diri, kemudian berselang kemudian disusul satu penumpang yang berhasil keluar dari mobil,”jelasnya.

Ia menambahkan setelah berhasil keluar dari mobil melihat kobaran api sudah semakin membesar dan ada bunyi ledakan besar dari mobil.

“Kami hanya bisa menyaksikan pada saat penumpang mobil hangus terpangang didalam mobil, karena tidak bisa berbuat apa apa,”pungkasnya.(tim)