07/05/2026
20260506_220307

Murexs.com, Muratara — Tabrakan maut terjadi antara Bus PO Antar Lintas Sumatera (ALS) pintu 346 dengan mobil tanki di Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara, Provinsi Sumatera Selatan.

Insiden tersebut menyebabkan mobil ALS pintu 346 Adu Kambing dengan mobil tanki setelah terjadi benturan langsung terbakar, begitu juga dengan mobil tanki terbalik dan terbakar, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 13.30 wib. 16 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muratara, hingga pukul 15.44 WIB, jumlah korban yang meninggal dalam insiden tabarakan yang menyebabkan kedua kendaraan hangus terbakar tersebut sementara ini bertambah menjadi 16 orang. 14 diantaranya penumpang Bus ALS dan 2 lainnya Sopir dan Kernet Truk Tanki.

Selain 16 orang yang tewas, terdapat Empat penumpang ALS yang selamat namun tiga diantaranya mengalami luka bakar serius sedangka satu lainnya merupakan kernet Bus ALS mengalami luka bakar ringan. Namun identitas para korban hingga saat ini masih dalam pendataan petugas.

“Korban terdiri dari 14 penumpang bus ALS serta 2 Lainnya sopir dan kenek mobil tangki. Adapun korban selamat sekitar 4 orang,” ungkap Mugono Kepala Bidang (Kabid) kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Informasi kronologi kejadian yang dihimpun di lapangan, bus antar kota provinsi dari PO ALS Pintu 346 melaju dari arah kota Lubuklinggau menuju Muratara , sementara truk tanki Saleraya yang dikemudikan Yanto dan kernetnya dari arah Muratara menuju kota Lubuklinggau.

Setiba dilokasi kejadian, diduga Bus ALS menghindari sepeda motor yang mendadak mucul di depanya hingga bus masuk ke jalur yang berlawanan yang menyebabkan tabrakan antara Bus ALS dan Truk Tangki BBM Seleraya tak dapat dihindari.

Akibat kecelakaan itu, memicu kebakaran kedua kendaraan dan motor yang ada dilokasi tersebut. Sopir bus dan sejumlah penumpang tewas terbakar di lokasi kejadian begitupun dengan sopir dan kernet Truk Tanki Seleraya.

Berdasarkan informasi mobil tangki milik PT Seleraya Merangin Dua (SRMD). Corporate Head (CH) PT SRMD Seleraya, Tanheri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima kabar mengenai insiden tersebut. Namun, ia belum bisa memastikan apakah mobil tangki yang terlibat benar milik perusahaan.

“Sudah mendapat kabar, menurut informasi iya. Namun belum tahu apakah mobil tangki milik PT SRMD Seleraya atau bukan,” ujarnya saat dihubungi awak media.

Dia menambahkan, tim dari PT SRMD Seleraya saat ini sedang menuju lokasi dan mobil tanki tersebut untuk melakukan pengecekan lebih lanjut. Lanjutnya Identifikasi kendaraan sulit dilakukan karena merek, label, dan tulisan pada mobil tanki telah hangus terbakar, karena terbuat dari stiker.

“Pengecekan akan dilakukan melalui plat nomor dan nomor rangka kendaraan yang bisa dilakukan sekarang,” tegasnya.

Dikatakannya berdasarkan informasi yang diterima, dua orang yakni sopir dan kernet mobil tanki yang diinformasikan milik PT SRMD Seleraya dilaporkan meninggal dunia akibat kejadian tersebut.

“Hal ini sudah kami terima dari laporan di lapangan,” kata Tanheri.

Sementara itu, pihak pengelola PO ALS Lubuk Linggau membenarkan bus yang terbakar di Karang Jaya itu, adalah ALS Kode Pintu 346 membawa penumpang dari Jakarta menuju Medan, Sumatera Utara. Saat berhenti di Kota Lubuk Linggau sekitar pukul 12.00 WIB, Sumsel, bus ALS tersebut tidak mengangkut maupun menurunkan penumpang dari Lubuk Linggau. Hanya ada beberapa paket pakaian yang diturunkan di PO ALS Lubuk Linggau.

Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara menghimbau kepada masyarakat untuk selalu hati-hati dan waspada dalam berkendaraa di jalan.

“Kami turut berbelasungkawa atas terjadi accident dan kebakaran BIS ALS dan TANKI Minyak di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara, ” kata Bupati Musi Rawas Utara, H Devi Suhartoni, melalui halaman Facebook pribadinya.

Dia mengatakan semoga korban meninggal diterima semua amal ibadahnya, Dan yang sedang dirawat di puskesmas dan RSUD Rupit, segera sembuh.

“Kami pemerintah kabupaten Musi Rawas Utara terus melakukan pendataan dan membantu menghubungi keluarga korban dan Perwakilan ALS terdekat Dan memberi pelayan terbaik kepada korban kecelakaan ini, ”jelasnya.

Sementara itu Kapolres Musi Rawas Utara, AKBP Rendy Surya Aditama, S.H., S.I.K., M.H. di dampingi Kasat Lantas, AKP.M Karim, SH. MH saat turun langsung kelokasi kejadian menjelaskan kronologi insiden maut tersebut kepada awak media.

“untuk kronologi laka bus ALS dan truk tanki minyak dari PT. Serela sementara ini yang kita dapatkan dari lapangan, bus dari arah Lubuklingau menuju ke Jambi
supir diindikasikan kehilangan kendali
jadi mengambil badan jalan yang berlawanan
kemudian dari arah Jambi menuju ke Lubuklingau ada truk tanki minyak dari PT. Serela, sehingga tidak bisa mengambil jarak rem yang akurat terjadilah tabrakan ini,”jelas Kapolres.

Lebihlanjut “dari tabrakan ini sudah kita berusaha evakuasi dengan pihak terkait baik bantuan dari Damkar, TNI, kemudian juga dari masyarakat, untuk korban sementara korban meninggal ada 14 dari pihak bus kemudian dari pihak truk, supir dan kernetnya meninggal dunia kemudian dari kernet dari bus itu sendiri sekarang sedang dirawat karna mengalmi luka bakar ringan dan dimintai keterangan dan ada 3 lagi korban luka berat yang sekarang dirawat di rumah sakit di Rupit, di Muratara,”ungkap Kapolres.

“Korban meninggal di evakuasi ke rumah sakit Siti Aisyah Lubuklingau mungkin itu yang bisa kami jelaskan dari TKP untuk sementara, untuk perkembangan lebih lanjut
nanti kita akan sambung lagi,”tutup Kapolres. (Nanda/Tim)