Murexs.com, EMPAT LAWANG — Kehadiran Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang menjadi angin segar sekaligus harapan baru bagi anak-anak dari keluarga pra-sejahtera, miskin, hingga miskin ekstrem untuk memperoleh pendidikan yang layak dan membangun masa depan yang lebih baik.
Hal tersebut disampaikan Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, saat menghadiri sekaligus meninjau kegiatan Open House dan Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang Tahun Ajaran 2026/2027, Senin (07/09/26).
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
“Saya sebagai Bupati Empat Lawang mendukung Sekolah Rakyat ini. Kita sudah melakukan penandatanganan MOU, dan hari ini kita melihat langsung pelaksanaan Sekolah Rakyat Kabupaten Empat Lawang,” ujar Joncik.

270 Siswa Mengawali Tahun Pertama
Pada tahun pertama pelaksanaannya, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang mendapatkan kuota 270 peserta didik yang terdiri atas 90 siswa jenjang SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA.
Menurut Joncik, jumlah tersebut merupakan hasil komitmen dan kesepakatan bersama antara pemerintah daerah dan pihak terkait untuk memastikan program dapat berjalan secara maksimal.
“Awalnya sekitar 352, tetapi dengan komitmen bersama kita sepakati menjadi 270 siswa. Kuotanya 90 SD, 90 SMP dan 90 SMA. Kalau nanti ada keberlanjutan, tentu bisa kita tingkatkan lagi,” jelasnya.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang, **Suparno, M.Pd.Gr., mengatakan seluruh pelaksanaan kegiatan pada tahap awal berjalan dengan baik dan lancar.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, khususnya Bupati Joncik Muhammad, yang dinilai terus memberikan dukungan sejak proses persiapan hingga Sekolah Rakyat mulai beroperasi.
“Alhamdulillah, sementara ini berjalan dengan baik dan lancar. Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan penuh dari Bapak Bupati Joncik Muhammad sehingga Sekolah Rakyat ini bisa berjalan,” kata Suparno.
Diproyeksikan Menampung hingga 2.000 Siswa
Tidak berhenti pada pelaksanaan tahun pertama, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang juga diproyeksikan berkembang menjadi pusat pendidikan dengan kapasitas yang jauh lebih besar.
Suparno mengungkapkan, setelah pembangunan sekolah permanen dilakukan secara bertahap, fasilitas tersebut ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 hingga 2.000 peserta didik.
“Target ke depan, sekolah permanen ini bisa menampung 1.000 sampai 2.000 siswa. Namun pembangunan gedung dan ruang kelas dilakukan bertahap sesuai anggaran,” jelasnya.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan daya tampung, tetapi juga memberikan ruang bagi sekolah untuk mengembangkan kualitas pendidikan dan prestasi peserta didik di berbagai bidang.
Sekolah Rakyat Empat Lawang ditargetkan dapat menjadi salah satu sekolah terbaik di Kabupaten Empat Lawang sekaligus mampu mengharumkan nama Sumatera Selatan di tingkat nasional bahkan internasional.
Pendidikan sebagai Jalan Memutus Rantai Kemiskinan
Bagi Bupati Joncik, keberadaan Sekolah Rakyat bukan sekadar menyediakan ruang belajar, melainkan merupakan bagian dari ikhtiar jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Ia meyakini bahwa setiap anak, termasuk mereka yang lahir dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan serta meraih cita-cita.
“Saya yakin betul bahwa pendidikan bisa mengentaskan kemiskinan. Harapan kita, dengan adanya Sekolah Rakyat ini, mereka punya peluang yang sama bersama anak-anak lainnya,” tegas Joncik.
Menurutnya, pendidikan yang baik diharapkan mampu membuka jalan bagi para siswa untuk melanjutkan pendidikan, memperoleh pekerjaan yang layak, hidup mandiri, serta pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
“Mereka akan bisa maju ke depan, bekerja dan memiliki masa depan yang lebih baik. Paling tidak, keluarga mereka bisa terentas dari kemiskinan,” ujarnya.
Harapan Baru bagi Generasi Empat Lawang
Dimulainya MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 menandai babak baru bagi 270 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang.
Program ini diharapkan tidak hanya melahirkan generasi yang berpendidikan, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, kemandirian, serta kemampuan untuk mengubah kondisi sosial dan ekonomi keluarganya.
Pemerintah Kabupaten Empat Lawang bersama pihak sekolah berkomitmen mengawal penyelenggaraan pendidikan tersebut agar kesempatan yang diberikan kepada para siswa benar-benar menjadi pintu menuju kehidupan yang lebih baik.
“Harapan kita, mereka punya kesempatan yang sama, bisa maju dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Joncik.
Dengan demikian, Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Empat Lawang diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas akses pendidikan sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama memutus rantai kemiskinan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. (Nanda)
