28/02/2026
Screenshot_20260227_215655_Gallery

Lubuk Linggau, Murexs.com – Tak ada rumah tangga yang sempurna, yang bertahan adalah mereka yang mau saling belajar memaafkan, menjaga kepercayaan, bersikap jujur, menyayangi dan saling menghargai serta terus berusaha untuk selalu membahagiakan pasangan, mungkin ini kutipan awal yang bisa kita petik dan kita jadikan pelajaran kepada seluruh pasangan suami istri diluarsana bahwa tak ada satu hubungan pun yang sempurna.

Telah sama – sama kita ketahui beberapa hari yang lalu jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah vidio penggerebekan yang di lakukan suami terhadap istrinya sendiri. Kejadian yang sempat viral tersebut terjadi di sebuah kos-kosan di Kelurahan Marga Rahayu, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau, pada Selasa (24/2/2026) waktu dini hari.

Saat ini perkara tersebut telah diselsaikan secara damai namun karna tak terima dituding selingkuh, istri dari pengusaha rumah makan Sop Pak Jenggot pun menyampaikan sebuah klarifikasi, dirinya mengatakan bukan bermaksud untuk mencari pembenaran hanya berusaha meluruskan apa yang sebenarnya terjadi terhadap biduk persoalan rumah tangga mereka.

Sri meminta maaf atas peristiwa tersebut, terutama kepada teman lelakinya, H, yang terpaksa harus ikut terseret dalam prahara rumah tangganya. Sri menceritakan keretakan biduk rumah tangganya dengan suami sudah lama terjadi, rumah tangganya tidak harmonis  jauh sebelum dirinya mengenal H.

“Antara saya dan H hanya sebatas teman tidak ada hubungan spesial dan bukan penyebab retaknya rumah tangga kami” ungkap Sri kepada wartawan. Kamis (26/2/2026).

Dalam video klarifikasi yang beredar, saat peristiwa penggrebekan tersebut sri mengaku saat itu dirinya bermaksud untuk mengisi daya (cas) ponsel di kosan teman prianya tersebut dan tak menyangka akan digerebek oleh suaminya sendiri.

Sri menegaskan keretakan biduk rumah tangganya dengan suami sudah lama terjadi bahkan rumah tangganya sudah tidak harmonis jauh sebelum dirinya mengenal H.

“Disini saya tegaskan lagi hubungan saya dan H hanya sebatas teman tidak ada hubungan yang spesial dan bukan penyebab retaknya rumah tangga kami  karna kami baru kenal kurang lebih satu bulan terakhir ini,” ungkap Sri kepada wartawan.

Sri juga menjelaskan bahwa karna keadaan rumah tangganya tidak baik-baik saja, ia dan suaminya pun sudah lama pisah ranjang bahkan pisah tempat tinggal.

“Memang belum ada keputusan perceraian karena dipersulit pihak suami, semua berkas buku nikah itu diambil oleh pihak suami. Alasannya mau menggugat cerai saya, tapi ditunggu-tunggu ternyata tidak digugat, sampai saat ini status saya digantung,” ungkapnya.

Sri mengaku jauh sebelum peristiwa penggrebekan ini, dirinya telah pisah ranjang kurang lebih selama lima bulan dan pisah rumah sudah tiga bulan menunggu gugatan perceraian tak kunjung ada bahkan dirinya berniat ingin menggugat namun di persulit oleh suaminya karna buku nikah berada di pihak suaminya.

“Kami telah pisah ranjang kurang lebih selama lima bulan kemudian memutuskan untuk tidak satu atap lagi kurang lebih selama tiga bulan belakang,”Ujarnya.

Ketidak cocokan rumah tangga yang dialaminya sudah terjadi sejak lama bahkan sekitar satu tahun lalu dirinya sudah pernah dilayangkan oleh suami gugatan surat perceraian ke kantor pengadilan agama, sri mengatakan sidang pertama saat itu dirinya sengaja tidak hadir bermaksud agar proses perceraian cepat dilaksanakan namun sampai proses persidangan yang kedua pihak suami mencabut kembali surat yang dilayangkan.

“Tahun lalu sudah pernah proses perceraian, pada saat sidang pertama saya sengaja tidak hadir berharap proses nya bisa di percepat dengan ketidak hadiran saya, namun ketika persidangan masuk tahap kedua surat perceraian itu dicabut kembali oleh suami, hingga sampai saat ini belum ada lagi kejelasan,” jelas sri.

Sri berharap dirinya segera mendapatkan kepastian walaupun kejadian kemarin sudah damai, namun dirinya juga berharap proses gugatan perceraian tetap berjalan dan cepat di selsaikan.

“Kejadiam kemarin sudah berdamai, namun proses perceraian tetap berjalan semoga cepat selsai dan tidak dipersulit,” harapnya.

Diakhir klarifikasi, sri mengaku saat ini dirinya merasa trauma dengan apa yang telah dituduhkan dan hujatan dari media sosial bahwa dirinya yang disalahkan dan disudutkan.

“Saya merasa drop dan trauma apalagi kalau membaca komen di media sosial saya yang di hujat dan disalahkan, walapun dengan rasa berat mencoba memberanikan untuk mengklarifikasi apa yang sebenarnya terjadi didalam prahara rumah tangga saya,” jelasnya.

Sebelumnya, A, suami Sri yang menggerebek istrinya bersama pria lain di kosan lebih dulu buka suara dan mengklarifikasi kejadian tersebut.

A mengaku memilih berdamai dan tak ingin memperpanjang jalur hukum terhadap istrinya yang kedapatan sedang bersama pria lain di kos-kosan.

Dengan tegas, A membantah kabar di medsos yang menyebut alasannya memilih damai karena menginginkan uang. 

A mengungkapkan, sengaja menempuh proses damai ini untuk menjaga kondisi anaknya jangan sampai trauma.

“Damai ini hanya berhenti di proses hukum yang disebut dengan RJ (Restorative Justice), hanya untuk kepentingan psikologis anak,” ungkapnya pada wartawan.

A mengatakan tidak mungkin seorang suami begitu tega sampai melihat anaknya terlantar, apabila istrinya itu sampai harus masuk penjara.

“Sebagai suami mana mungkin saya tega anak akan terlantar tanpa kasih sayang seorang ibu, itu proses yang saya anggap bijaksana, kalau salah saya mohon maaf,” ujarnya.

Meksi berat keputusan itu harus diambil sebagai seorang suami, mengingat peristiwa ini sudah terjadi dan viral di berbagai media sosial (medsos).

Namun ia juga menegaskan, meskipun memilih berdamai, akan tetapi proses perceraian antara mereka akan terus berjalan. 

“Sementara untuk proses perceraian tetap jalan, karena perceraian itu hal yang paling mutlak bagi saya,” ungkapnya.

A pun membantah langkah damai yang ia ambil untuk memperoleh sesuatu dan mengaku tidak memikirkan hal itu sama sekali.

“Karena kalau bicara harga,  apa lagi itu bicara harga diri, tapi kita kembalikan lagi, lebih baik tidak mempersulit lebih cepat saya berpisah, tetap perceraian kita jalankan,” tegasnya. (TIM/Agt/MB)