09/05/2026
IMG-20260509-WA0001

Murexs.com, Muratara–Tim Disaster Victim Identification (DVI) mengungkap fakta baru dalam proses identifikasi korban kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki yang terjadi di kawasan Katang Jaya, Kabupaten Muratara, pada Rabu (6/5/2026).
Didapat dari hasil pemeriksaan terhadap 16 kantong jenazah, petugas menemukan adanya dua potongan tubuh berbeda yang berada dalam satu kantong jenazah dan saling menempel di bagian ketiak.

Temuan tersebut membuat jumlah korban meninggal dunia akibat insiden nahas itu bertambah menjadi 18 orang. Sebelumnya, korban bernama M Fahrul Hubaidi sempat dinyatakan selamat dan menjalani perawatan di RSUD Rupit.

Namun pada Jumat (8/5/2026) siang, korban akhirnya meninggal dunia akibat gagal pernapasan yang dipicu luka bakar berat.

Setelah proses identifikasi lebih lanjut dilakukan oleh Tim DVI Mabes Polri, ditemukan bahwa salah satu kantong berisi dua bagian tubuh dari individu yang berbeda.

“Dari hasil pemeriksaan lanjutan, terdapat dua potongan tubuh yang saling menempel di bagian ketiak. Berdasarkan identifikasi, potongan tersebut berasal dari dua orang yang berbeda.

Dengan temuan ini, jumlah korban meninggal akibat kebakaran menjadi 17 orang, ditambah satu korban yang meninggal di RSUD Rupit, total 18 orang,” ujar dr Budi kepada awak media, Jumat malam.

Ia menerangkan, kondisi potongan tubuh yang ditemukan sangat kecil dan mengalami kerusakan parah akibat kebakaran hebat. Karena itu, tim belum dapat memastikan jenis kelamin korban dari bagian tubuh tersebut.

Meski demikian, dugaan sementara mengarah pada korban anak-anak berusia balita.

“Potongan tubuh itu diduga milik anak kecil atau balita. Kondisinya sangat hancur sehingga identifikasi membutuhkan proses lebih mendalam,” jelasnya.

Selain menemukan fakta baru terkait jumlah korban, Tim DVI juga menemukan petunjuk penting berupa dompet berwarna cokelat di kantong jenazah bernomor PM 09.

Di dalam dompet tersebut terdapat sejumlah dokumen identitas atas nama Sukino, mulai dari KTP, SIM, hingga kartu ATM dari dua bank berbeda.

Tim DVI juga menerima tambahan daftar orang kehilabgan anggota keluarga dari sejumlah diluar daerah provinsi Sumatera Selatan. Beberapa laporan kehilangan berasal dari daerah Aceh Tamiang, Sumatera Utara dan Jawa Tengah.

Untuk mempercepat proses identifikasi, pihak RS Bhayangkara M Hasan telah berkoordinasi dengan Tim DVI di masing-masing wilayah guna melakukan pengambilan sampel DNA dari keluarga korban yang belum sempat datang langsung ke Palembang.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, dr Trisnawarman, menjelaskan bahwa M Fahrul Hubaidi meninggal dunia akibat Acute Respiratory Failure atau gagal napas akut setelah mengalami luka bakar hingga 90 persen.

Sedangkan satu korban lainnya adalah Jumiatun (34) masih menjalani perawatan intensif dengan luka bakar 80 persen hampir diseluruh tubuh.

“Korban masih dalam keadaan ditidurkan untuk mengurangi rasa sakit akibat dari luka bakar disekujur tubuhnya, “Jelas Dr. Trisnawarman.

Ia menambahkan, korban dirujuk ke RS Bhayangkara M Hasan menggunakan ambulans melalui jalur darat guna mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Rlis..