MURATARA — Memperingati hari bersejarah hari jadi Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) yang ke-13, sebuah kolaborasi kebudayaan siap menggebrak panggung perayaan. Organisasi seni CLASICLIMPO Art Productions menggandeng Dinas Pendidikan setempat melalui satuan pendidikan untuk mempersembahkan sebuah karya sinema eksperimental berjudul Kecak Palak.
Film yang disutradarai dan ditulis oleh Rido Amilin, S.Sn. ini dijadwalkan akan diputar dalam acara nonton bersama yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Musi Rawas Utara, M. Andrian Fathursyah, jajaran pejabat daerah, serta seluruh tenaga pendidik se-kabupaten pada puncak perayaan HUT Muratara.

Langkah progresif ini mendapat respons positif dari birokrasi. Kepala Dinas Pendidikan Musi Rawas Utara, M. Andrian Fathursyah, menyatakan apresiasi yang mendalam terhadap gerakan literasi visual dan seni yang dimotori oleh para pendidik ini. Menurutnya, inisiatif ini menjadi bukti nyata bahwa guru tidak hanya berfungsi sebagai pengajar di dalam kelas, melainkan juga sebagai motor penggerak kebudayaan.
“Kami sangat mengapresiasi gerakan para guru yang secara konsisten terus membangun insting kreativitas dan mengangkat nilai-nilai luhur budaya lokal. Ini adalah langkah konkret, baik dalam mentransformasikan dunia pendidikan maupun dalam menjaga marwah kebudayaan itu sendiri,” ungkap M. Andrian Fathursyah.
Eksklusivitas Karya dan Gugatan Identitas Wilayah.
Sisi menarik sekaligus eksklusif dari film Kecak Palak ini terletak pada jajaran pemainnya. Alih-alih menggunakan aktor profesional, proyek sinematik ini justru mendaulat para kepala sekolah, guru, dan elemen satuan pendidikan di Musi Rawas Utara untuk beradu akting di depan kamera. Keterlibatan langsung para pahlawan tanpa tanda jasa ini memberikan nyawa dan kedekatan emosional yang kuat pada cerita.

Sementara itu, Rido Amilin selaku sutradara sekaligus Ketua CLASICLIMPO Art mengungkapkan bahwa film ini dirancang khusus sebagai persembahan kultural bagi tanah kelahiran. Di balik kemasannya yang sinematik, film ini membawa pesan mendalam yang relevan dengan kondisi sosiologis masyarakat saat ini.
”Film ini adalah kado istimewa dari kami para pekerja seni dan pendidik pada puncak HUT Kabupaten Musi Rawas Utara yang ke-13. Ini bukan sekadar tontonan hiburan,” ujar Rido saat diwawancarai. Sabtu, (16/05/2026).
Ia menambahkan, daya tarik utama dari Kecak Palak terletak pada keberaniannya menyentuh ranah eksistensi lokal.
“Film ini sangat menarik untuk ditonton karena di dalamnya mengandung konflik yang sangat mendetail tentang bagaimana kita, sebagai masyarakat, memaknai sebuah identitas wilayah di tengah arus modernisasi,” pungkasnya.
Apresiasi untuk Kolaborasi Lintas Sektor
Keberhasilan produksi film ini tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang peduli terhadap kemajuan seni dan budaya di Muratara. Di akhir sesi, Rido Amilin menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah menyokong penuh proses kreatif ini.
“Kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Dinas Pendidikan Musi Rawas Utara, Bank Sumsel Babel Muara Rupit, Pindang Syifah, serta seluruh aspek dan elemen masyarakat yang telah mendukung penuh dari awal hingga rampungnya proses pembuatan film ini,” tutur Rido.
Pemutaran film ini diharapkan mampu memantik diskusi publik yang lebih luas mengenai arah pendidikan berbasis kearifan lokal di Musi Rawas Utara, sekaligus menjadi tonggak baru bagi industri kreatif di bumi Beselang Serundingan ini.
Ada berapa dialog Tokoh ” Identitas bagi saya adalah sebuah kehormatan, dan kehormatan itu adalah sebaik baiknya hal yang mesti saya letakan di atas kepala, dan tidak akan mudah bagi siapapun untuk mendudukinya”
Coming Soon film “Kecak Palak” (Ridho)
