Empat Lawang, Murexs.com – Heboh soal dugaan penistaan agama dari salahsatu akun medsos Instagram. Dalam postingan itu, akun @kapten_cat secara eksplisit menuliskan kata “dungu” dan “nabi kocak”.
Akun itu juga terang-terangan mengatakan mukjizat membelah bulan yang sering dikaitkan dengan Rasulullah SAW merupakan ilmu tanpa jurnal ilmiah dan pengikutnya kocak.
Menanggapi hal tersebut Ketua PC Ansor Kabupaten Empat Lawang Defi Albusyairi menyesalkan apa yang dibuat oleh akun tersebut.
“Postingan ini sangat kami sesalkan dan kami kutuk dengan tegas. Apa yang tertulis di sini merupakan bentuk penghinaan terhadap Nabi dan penistaan agama yang sangat menyakiti hati kami serta jutaan umat beragama lainnya. Ajaran agama senantiasa mengajarkan kita untuk menghormati sesama dan menjaga kehormatan para utusan Tuhan. Kebebasan berekspresi tidak boleh digunakan untuk menistakan atau merendahkan nilai-nilai agama yang dianut orang lain,” ujarnya ketika ditanyai oleh wartawan, Selasa, (19/05/26).
“Membandingkan mukjizat yang merupakan hal yang bersifat gaib, istimewa, dan menjadi bukti kebenaran risalah para Nabi, dengan ilmu pengetahuan atau jurnal ilmiah adalah hal yang kurang tepat dan tidak setara keduanya. Mukjizat adalah karunia dan kuasa Tuhan yang diberikan kepada para Nabi sebagai tanda kenabian, yang berada di luar hukum alam biasa dan tidak bisa dijelaskan atau ditiru sepenuhnya oleh akal manusia maupun ilmu pengetahuan. Sementara itu, ilmu pengetahuan adalah upaya manusia untuk memahami hukum alam dan fenomena yang ada di sekitarnya sesuai dengan kemampuan akal dan pengamatan yang Tuhan berikan. Keduanya berada pada ranah yang berbeda dan tidak saling bertentangan, juga tidak bisa disamakan atau dijadikan bahan perbandingan yang merendahkan salah satunya,” jelasnya.
Lanjut Defi, tindakan yang merendahkan, menyamakan secara keliru, atau menghina mukjizat para Nabi adalah bentuk penistaan agama yang sangat menyakiti hati umat beragama, melanggar etika berpendapat, serta aturan hukum yang berlaku di negara kita.
Setiap orang berhak berpendapat, namun harus dibarengi dengan rasa hormat, kebijaksanaan, dan tidak menyinggung keyakinan orang lain. Mari kita jaga kerukunan dan saling menghargai perbedaan serta keyakinan masing-masing.
“Kami berharap Saudara dapat menyadari kesalahan ini, segera menarik kembali postingan tersebut, serta meminta maaf secara terbuka. Mari kita jaga kerukunan, saling menghargai, dan berkomunikasi dengan cara yang santun agar tercipta kedamaian bersama,” tutupnya.
Sampai saat ini belum di ketahui secara pasti kapan hal itu di posting di media sosial tersebut,di karenakan ketika tim empatlawang.news mengecek ke akun media sosial yang bersangkutan sudah tidak ada lagi postingan yang bikin heboh tersebut. (Nanda)
